Wednesday, April 25, 2012

Sahabat Sejati


Hari ini aku kesal pada Rubi. Ia berulangkali marah dan menotok notok kepalaku ke meja. Padahal yang membuatnya marah bukan kesalahanku.

Rubi kesal karena semenjak setengah jam yang lalu ia hanya bisa mengerjakan dua soal saja dari sepuluh soal Matematika yang diberikan Pak Guru.

Sementara teman teman yang lain sudah mengerjakan sedikitnya enam soal.

“Makanya belajar ,Bi!” kataku sebal. Rubi melotot ke arahku dan menggusal gusalkan lagi kepalaku ke meja.

“Kasar banget sih!” seruku.

“Rasain!” hardik Rubi.

“Rubi!!” seru Pak Guru, “Kenapa sejak tadi tidak bisa tenang?” Rubi menunduk.

“Rasain!” balasku. Ribu menyurengkan matanya menatap kepalaku.

Ia mulai menulis beberapa rumus di kertas dan mencoba memecahkannya. Sayangnya, ia tetap saja tidak bisa.

“Apa kata mama,Rub…makanya jangan terlalu sering keluar main Bola!” kataku menasehati, ”Kamu membiarkanku menunggumu di rumah menemanimu belajar, tapi kamu malahan enak enakan main bola!!”

“Coba kalau kamu sadar kalau hari ini ujian, kan kemarin seharusnya kamu belajar bersamaku!” keluhku lagi.

“Padahal semalam aku kan belajar!” jawab Rubi.

“Iya, kamu belajar Cuma sebentar, karena kecapean bermain Bola!” sergahku.

“Sekarang giliran kamu nggak bisa mengerjakan soal, kamu marah marah ke semua, termasuk padaku!”

“Harusnya kamu bisa membagi waktu antara waktu bermain dan belajar..” kataku lagi menasehati Rubi.

“Aduuh,gawat nih kalau jelek ulangan, Mama Papa pasti marah” keluh Rubi.

“Udah deh, pasrah aja…memang salah kamu kok!Eeeh jangan coba coba nyontek pada Beni!!” teriakku ketika Rubi mencuri curi lihat pekerjaan Beni.

Rubi mencibir ketika Beni menutupi kertas ulangannya.

“Bagus,Ben!” seruku senang.

“Ini pelajaran buat kamu Bi,…lebih baik kamu banyak banyak bermain denganku. Lebih banyak manfaatnya!” kataku.

Bel berbunyi. Semua bergegas mengumpulkan kertas ulangan pada Pak guru.

Rubi meninggalkanku sambil berjalan loyo ke meja Pak guru.

Beberapa menit kemudian ia kembali ke tempat duduk. Kelihatannya Rubi menyesal tidak belajar dengan benar semalam, padahal soal soal yang diberikan Pak guru semuanya mirip dengan yang di buku. Cuma angkanya saja yang berbeda.

“Nggak bisa ya tadi,Bi?” Tanya Beni kepadanya.

Rubi menggeleng.

“Tenang Bi, kita akan harus banyak belajar bareng..oke?” kataku .

Rubi menatapku lalu memasukan ku ke dalam kotak pensilnya. Aku berjanji akan setia menemaninya belajar, karena aku adalah pensil kesayangan Rubi.

Source:
http://suarapensil.blogsome.com/2007/01/15/teman-setia/
Baca Selengkapnya >>

Sunday, March 18, 2012

Resensi Film : 'Let Me In'

'LET ME IN', Gadis Kecil Yang Misterius





Sinopsis

Owen (Kodi Smit-McPhee) memang punya masalah dalam bersosialisasi. Karena selalu jadi korban bullying Owen lebih suka menyendiri ketimbang bermain bersama teman-teman sebayanya. Saat bertemu Abby (ChloĆ« Moretz), Owen menemukan kesamaan pada diri gadis kecil ini. Tak perlu waktu lama buat keduanya untuk jadi teman meski ternyata Abby menyimpan satu rahasia yang tak diketahui Owen. 

LET ME IN
Seperti juga Owen, Abby juga tak punya teman. Malahan Abby jauh lebih ekstrem dibanding Owen. Abby hanya keluar setelah matahari tenggelam dan ia juga tak pernah mengenakan alas kaki, seolah dinginnya salju di telapak kaki tak membuat Abby resah. Satu-satunya orang yang dekat dengan Abby hanyalah ayah Abby yang juga tak suka bergaul dengan para tetangga di sana.
Ketika suatu hari ayah Abby menghilang, Owen berusaha untuk memberikan bantuan pada gadis kecil berusia 12 tahun ini. Meski Abby selalu menolak namun langkah Owen tak pernah surut. Saat semakin dekat, Owen baru sadar kalau Abby bukanlah gadis biasa. Ada yang aneh pada gadis kecil ini. Dan saat warga kota mulai menghilang satu per satu, Owen mulai sadar kalau Abby sebenarnya bukanlah manusia.

Review

LET ME IN
LET ME IN memang film yang mengangkat tema tentang vampir, tapi jangan berharap film ini memiliki kemiripan dengan TWILIGHTkarena LET ME IN memang benar-benar film vampir. Tak ada romantisme dan keindahan seperti dalam TWILIGHT. Yang ada adalah warna-warna suram dan mengerikan. Tapi itulah film vampir yang sebenarnya.
Kalau Anda sempat menyaksikan film berjudul LET THE RIGHT ONE IN di tahun 2008 lalu, film ini adalah adaptasi dari film buatan Swedia tersebut. Dan sepertinya Matt Reeves tak bermaksud mengubah 'nada' maupun 'warna' dari film aslinya itu. Meski ada beberapa penyesuaian, namun secara keseluruhan dua film ini bisa dibilang sama. Untungnya dari sisi kualitas, film ini juga tak kalah dengan LET THE RIGHT ONE In.
LET ME IN
Selain para pendukungnya yang bermain sangat apik, terutama Chloe Moretz yang juga sempat bermain di KICK-ASS, visualisasi film ini bisa menggambarkan nuansa seram yang memang ingin dibangun.. Meski bisa dibilang ini adalah filmnya Chloe namun bukan berarti para pemeran lain seperti Kodi Smit-McPhee dan Elias Koteas lantas tak menyumbangkan apa pun.
Genre:Horror
Release Date:October 1, 2010
Director:Matt Reeves
Script:Matt Reeves
Producer:Simon Oakes, Guy East, Nigel Sinclair, Donna Gigliotti, John Nordling, Carl Molinder
Distributor:Overture Film
Duration:116 minutes
Budget:US$20 million
Official Site:www.letmein-movie.com

Trailer Film

Baca Selengkapnya >>

Wednesday, March 14, 2012

Dreams come true : NOU CAMP!


Betapa senangnya pada saat ini kamis tanggal 8 oktober 2010 , aku dapat merasakan uforia  dengan ribuan cules (baca : fans barcelona) di dalam stadion kebangaan klub sepak bola FC Barcelona ! 
Yaaa.. akhirnya aku bisa berada disini menonton aksi para pemain-pemain FC Barcelona secara langsung ! aaah...susah di tuliskan dengan kata-kata. Pokoknya aku benar-benar BAHAGIA sekali pada hari ini !

Aku bisa datang ke NOU CAMP karena aku telah memenangkan sebuah undian lomba dan nama ku lah yang keluar sebagai pemenangnya . Aku bukanlah pemenang seorang diri , ada 10 orang lainya yg bernasib beruntung sepertiku. Alhamdulillah....
Aku disini bersama-sama menyayikan chant dan bersorak sorai dengan penuh semangat dan pastinya menggunakan atribut lengkap dengan kaos jersey barca dan syal . Suasana stadion penuh dan ramai sekali . Apa lagi setelah para pemain-pemain barca masuk kelapangan , suasana stadion semakin gemuruh .




Pritt peluit pertanda akhirnya pertandingan selesai dan FC Barca keluar sebagai pemenangnya. Berlipat lipat ganda kebahagiaan ku hari ini . Maap tidak bisa aku ceritakan jalannya pertandingan nya seperti apa karena keterbatasan waktu penulis , hehe..

Oiya cerita ini hanyalah fiktif belaka hahahahahaha.... Semoga cerita ini benar-benar terjadi ke saya.. Sekian :)

Baca Selengkapnya >>

Wednesday, December 7, 2011

Tugas Bahasa Indonesia 3


Ada beberapa yang merupakan pola pengembangan paragraf, yaitu :
  1. Paragraf definisi adalah paragraf yang menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah, ialah, yaitu) agar mudah dimengerti.
Contoh pengembangan paragraf definisi :
Apakah itu Sistem Bilangan ( Number System) ? Bagi sebagian pelajar sudah mengenal apa itu system bilangan, Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item phisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia adalah system bilangan Desimal, yaitu system bilangan yang menggunakan 10 macam symbol untuk mewakili suatu besaran, Sistem ini banak digunakan oleh manusia karena manusia mempunyai 10 buah jari untuk dapat membantu perhitungan dengan system decimal.
  1. Pola paragraph contoh, Paragraf contoh ebuah paragraf ilustrasi. Paragraf contoh dikembangkan menggunakan sebuah contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi pada paragraph tersebut yang memberikan penjelasan terhadap gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya.
Contoh pengembangan paragraf contoh :
Banyak dari sebagian orang, barangkali mayoritas, mungkin memandang curiga pada kehidupan ini, itu adalah karena mereka menolak untuk percaya bahwa keberhasilan datang dari pikiran yang dikelola dengan baik. Akan tetapi jangan terima penilaian dari orang biasa, Jika seseorang ragu mengenai kekuatan dasar prinsip, bertanyalah kepada orang paling berhasil yang anda kenal apa yang dia pikirkan tentang dirinya sendiri/
  1. Paragraf kausal adalah paragraf yang menunjukkan hubungan sebab­akibat dalam suatu kejadian.
Contoh pengembangan paragraf kausal :
Banyak anak generasi sekarang/ remaja yang selalu melupakan waktu yang bermaanfaat untuk diri mereka sendiri, karena mereka selalu membuang-buang waktu yang tidak penting untuk diri mereka kedepannya selalu bermalas-malasan yang sering dilakukan, tapi tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada masa depan mereka, Hanya dari sebagian orang yang berhasil karena menanam benih dengan sunggu-sungguh untuk belajar demi masa depan yang indah baginya.
  1. Paragraf perbandingan paragraf yang membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan atau persamaan.
Contoh pengembangan paragraf perbandingan :
Pada pertandingan sepak bola piala AFF pada penyisihan group di stadion Glora Bung Karno (GBK) Indonesia telah mengalahkan malaysia dengan score 5-1 dengan permainan yang sangat sportif dan sangat baik, sehingga Indonesia lanjuta pada babak-babak berikutnya, dan akhirnya bertemu lembali dengan Malaysia pada putaran Final pertama AFF yang di pertandingkan di stadion Bukit jalil Malaysia, pada pertandingan tersebut Indonesia Kalah dengan Malaysia dengan score 3-0 pada permainan tersebut para supporter Malaysia berbuat curang dan tidak sportif, mereka melakukan curang dengan bermain Laser mengarahkan ke pemainan Indonesia.
  1. Paragraf spasial adalah paragraf yang penulisannya berhubungan dengan tempat tertentu dan menggambarkannya.
Contoh pengembangan paragraf spasial :
Pada pertandingan Final Piala Suzuki AFF 2010 di selenggarankan di dua tempat dengan para tim yang berhasil lolos ke putaran final, yaitu antar Indonesia dan Malaysia, dan pada putaran final leg pertama akan di selenggarakan di Malaysia di stadion Bukit jalil, Kuala Lumpur pada tanggal 26-12-2010, dan pada putaran final leg ke 2 akan di selenggarakan di Tuan Rumah Piala AFF di Stadion Utama Glora Bung Karno, Jakarta , pada tanggal 29-12-2010, semoga Indonesia menang pada piala AFF.

Contoh Paragraf Deduktif :

Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.
Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Paragraf induktif:
Kalimat utama terletak di akhir paragraf setelah kalimat-kalimat penjelas.
Contoh :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional

Paragraf Deduktif-Induktif
Kalimat Utamanya terdapat pada awal paragraph, dan ai akhir juga ada loh….
Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.

Dari Berbagai Sumber
Baca Selengkapnya >>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...